Kamis, 06 April 2017

Aku, hujan dan senja

Senjaku dengan Mega kelam berarak kelabu
Dalam untaian hujan meluruhkan butiran sendu
Mungkin hanya rindu
Yang mampu memperlambat waktu

Dan tanpa kuasa,
Hari ini terbantahkan dalam laga
Membentuk sejumput makna dalam rasa
Hingga batin menghamba tak berdaya

Diantara hujan dan senja
Yang kian deras dan meramba
Yang menebarkan aroma tanah menggoda
Yang membiarkan mengalirnya aksara dengan kata

Hujan senja, termenung dalam rintik tak mereda
Menjemput asa dalam hujan temaram senja
Senja yang menghentak dan tak pernah alpa membahagiakan jiwa
Senja yang menyimpan banyak cerita tak tersampaikan dalam gurat warna membelah cahayanya

Diam Mentari meredup pendarnya
Biarkan senja memerah jingga
Kucintai kau seperti senja
Dengan keindahannya tanpa durasinya

Senin, 20 Maret 2017

2103

Untukmu pemilik abjad 14
Untukmu pemilik angka 21 dan 03
Untukmu pemilik 6673
Untukmu pembawa amanah
Untukmu penjaga amanah
Untukmu yang berbahagia
Untukmu yang tambah usianya
Untukmu yang banyak pengagumnya
Untukmu yang menjadi kebanggaan
Dan
Untukmu penikmat kerinduan.

Hey, berapa usiamu?
Yakinlah, Rabbku serta Rabbmu tetap selalu membimbingmu, mengabulkan segala inginmu, menetapkan kebaikan pada dirimu, dan selalu ada untukmu..
Maafkan aku, tak selalu bisa membahagiakanmu, maafkan aku selalu mengecewakanmu, maafkan aku selalu merasa terluka karenamu, maafkan aku selalu bahagia bersamamu, maafkan aku terlalu membawa hatiku.
Dan terimakasih untuk setiap waktu, terimakasih untuk setiap kepedulian, terimakasih untuk setiap perhatian,.
Terimakasih untuk Kasih dan sayangnya.
.
Siapalah aku.
Hanya bisa mendo'a untukmu.
.
21032017
00:05 WIB

Senin, 27 Februari 2017

Aku

Hei, tak ada hujan. Tapi, ada apa dengan mu sore ini?
Tak bisakah bercerita?
_________
Allah, seburuk inikah keadaanku?
Terlihat seperti itukah aku?
Benar saja, berat sekali rasanya.
Semoga ini bukan beban. Aku tidak pernah menganggap ini sebagai beban-bebanku.
Ini kewajiban.
Ini keharusan.
Ma'had
Sekolah
Rumah
Dan yakinku, Kau selalu membimbingku.
_______
Fikirku tak pernah tenang.
Tentang rumah, ma'had dan sekolah.
😢

Selasa, 21 Februari 2017

Perpisahan @pensi

Sesunyi malam yang bertabur bintang
Seindah alunan gitar yang kau mainkan
Semua kenangan ini takkan pernah kulupakan

Saat kita tertawa bersama
Suka duka telah kita lewati
Detik-detik waktu mulai berkata
Bertanda ku akan menghilang

Pelukan erat mulai menyapa
Tangisan haru mulai meraung
Kata-kata perpisahan mulai terucap
Kata-kata cinta mulai terdengar

Ku percepat langkah kakiku
Untuk menyusuri takdirku
Sedangkan mereka masih di sini

Lambaian tangan mulai terangkat
Ku langkahkan kaki ku

Wajah menatap dengan duka
Senyum manis mulai hilang
Janji-janji suci mulai berkata
Akankah aku akan kembali tuk mereka?
Percayalah sayang,
Benih-benih cinta kan selalu tersimpan..

Angin petang menyentuhku
Apa kau kira desau angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak

Bukankah esok lusa kita akan beranjak dari sini !
Meninggalkan semua memori
Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak
Ini adalah selamat berpisah yang tak terucap

Harusnya aku tega melepas semua tentang kita
Namun cobalah sekali lagi iringi kepergianku tanpa lelah doa

Sorepun beranjak malam
Sunyinya menusuk hati
Aku sedang teringat
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari

Aku menggigil di pucuk malam
Aku ingat betul kita pernah
Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama
Ayo lah kita lekas berkemas
Malam tak selamanya menjaga kita dari matahari pagi

Siang adalah bayangan nyata
Kenyataan yang tak mampu kita hindari
Bahwa hari ini kita mulai berjalan dan tetap berusaha untuk berdiri.

Darul Falah IV Jekulo Kauman Kudus

Hanya aku

Aku,
Berangan dan bertujuan.
Jalanan berterjal,
Bisa dan tidak aku harus tetap bertahan dan terus berjalan.
Namun, akupun punya titik lelah.
Aku sangat lelah.

Allah,
Maafkan aku,
Maaf kurang sabarnya aku.
Sabar melewati keterjalan jalan itu.

Allah, ku mohon tetap bimbing aku.
Hanya padaMu,
Aku bercerita, aku menangis.
Maafkan aku,
Yang pernah ingin putus asa.

Aku, semakin tak baik.
Aku yang nakal.
Hanya berangan dan tak berusaha.
Allah, ku mohon hilangkan malasku.
Semangati aku, Rabb..

PadaMu, dengan sepertiga malamku bersamaMu.
Bukan dengan yang lainnya.

Aku, yang setiap hari menahan.
Menahan keinginan nafsuku.
Menahan sakit sesaknya hati.
Menahan gelisahnya diri.
Menahan tangis perih.
Menahan yang entah sampai kapan.
Menahan yang hanya bisa ku ungkap bersamaMu,
Disepertiga malamku.

Allahu Rabbiii. 😢
Maafkan aku.

Hanya aku

Aku,
Berangan dan bertujuan.
Jalanan berterjal,
Bisa dan tidak aku harus tetap bertahan dan terus berjalan.
Namun, akupun punya titik lelah.
Aku sangat lelah.

Allah,
Maafkan aku,
Maaf kurang sabarnya aku.
Sabar melewati keterjalan jalan itu.

Allah, ku mohon tetap bimbing aku.
Hanya padaMu,
Aku bercerita, aku menangis.
Maafkan aku,
Yang pernah ingin putus asa.

Aku, semakin tak baik.
Aku yang nakal.
Hanya berangan dan tak berusaha.
Allah, ku mohon hilangkan malasku.
Semangati aku, Rabb..

PadaMu, dengan sepertiga malamku bersamaMu.
Bukan dengan yang lainnya.

Aku, yang setiap hari menahan.
Menahan keinginan nafsuku.
Menahan sakit sesaknya hati.
Menahan gelisahnya diri.
Menahan tangis perih.
Menahan yang entah sampai kapan.
Menahan yang hanya bisa ku ungkap bersamaMu,
Disepertiga malamku.

Allahu Rabbiii. 😢
Maafkan aku.

Minggu, 05 Februari 2017

Hanya padaMu

Keluarga, teman, sahabat, dan aku.
Pilihan yang sulit.
Nyamankah aku dengan yang sekarang?
Allah, aku harus menjawab apa.
Antara iya dan tidak.
.
Tertekankah aku?
Aku ingin menjawab tidak.
Aku tidak tertekan.
.
Allah, hanya Engkau yang mampu mendengar keluhanku.
Aku hanya mampu berbisik denganmu dalam do'a malamku.
Hanya denganMu dan hanya padaMu.
Ku mohon tetaplah bimbing aku, kemanapun.
Ini jalanku dengan petunjukMu.
Bantu aku memantapkan hatiku, Rabb..
.
Hanya Engkau yang mampu mendengar isak tangisku setiap saat.
Hanya Engkau tempatku mengadu di malam sendu.
Allah, hanya padaMu..
.