Tawa, tak akan sempurna tanpa air mata.. air matapun, tak Akan lengkap tanpa tawa.. dua hal yang selalu berdampingan, dua hal yang selalu hadir bergantian dalam hidup kita..
Bersamamu, siang itu. Entah apa yang terjadi sebenarnya. Aku bahagia, ketika kita bersama. Canda tawa bersama kita kala itu, namun.. hatiku? Ah sudahlah, tak pantas ku ceritakan.. biarlah, dan cukup hanya aku yang tau. Detik-detik siang itu, rasa-rasanya sungguh berbagai rasa.. hingga menahan air matapun aku tak mampu..
Dalam naungan bangunan megah, aku berada tepat satu shaf dibelakangmu.. itu yang pertama, akankah jua yang terakhir??? Sekali lagi, tak bisa kutahan air mataku..
Do'aku, semoga engkau selalu dalam lindungan serta dekapanNya dan selalu dalam keridloanNya.. aamiin,.
Jangan lupa bersyukur, bahagia dan sehat selalu yaa.. #jMFUN
:-)
18-02-2016
Kamis, 18 Februari 2016
Tawa dan Air Mata
Kamis, 11 Februari 2016
Alhamdulillah....
10 Februari 2016
Pertemuan itu, ku ungkap semua tanpa peduli apa yang akan terjadi. Setidaknya aku lega telah mengungkap semuanya. Dan, ku fikir kau tak akan peduli denganku lagi, kau tak akan ada lagi untukku, kita tak pernah bisa dekat lagi, tapi? Ternyata aku salah.
Sejak 2 minggu lalu, ketika aku meninggalkan rumah singgahku menuju tempat singgah belajar ku, aku mencoba memendam dan tetap membawa rinduku. Mencoba melupakan, itu pernah terlintas. Namun, bagaimanapun nama.mu tetap saja ku sebut dalam do'a seusai sholatku. Entah kenapa berat meninggalkan namamu. Jujur, aku tersiksa dengan rindu yang curang itu. Ia semakin bertambah tapi tak sedikitpun mengerti solusinya untuk berkurang. Semakin hari, semakin ku rindu. Fikirku, jika aku merindu, apa kau jua? Jika ku tak bisa lupa, apa kau jua? Dan tentang namamu yang ku selipkan dalam do'a, sungguh aku ikhlas dengan apa yang akan terjadi.
Setelah hari Rabu itu kau mengajakku bertemu, duuuuh mungkin itu pengobatnya.. dan itu jua jawaban dari do'a-do'a..
:-)
Kembali dan tetap seperti awal.. semoga selalu baik2 saja, aamiin
Kamis, 28 Januari 2016
Temanku
Aku? Siapa? Aku bukan siapa-siapa (mungkin)
Aku hanya temanmu (jelas)
Dekat? Iya dekat, kamu pun menyatakan seperti itu? Tapi, kita sebatas teman.
Aku pernah merasa cemburu, tapi apa hak.ku? Aku hanya seorang temanmu..
Bukan ingin ku untuk memiliki mu, aku cukup nyaman bersamamu.
Ku mohon, tetap ajari aku untuk lebih bisa menjadi sholihah. Ajari aku untuk istiqomah. Ajari aku, tuntun aku menuju ridloNya.. tetaplah stay dengan pernyataan mu dulu..
Ya, walau kita hanya sebatas teman..
Rabu, 20 Januari 2016
Salah sangkamu
Jika sudah seperti ini, aku harus mengucap apa? aku tak bermaksud untuk itu, sama sekali.
Aaaaah aku harus bagaimana? Jika kamu pun sepertinya sudah tak mempercayaiku..
Sabtu, 16 Januari 2016
Aku harus bagaimana?
Bagaimana aku?
Aku bukan siapa-siapa.. aku belum menjadi Bagaimana Yang dia inginkan..
Mau bertahan atau mundur?
Hati Dan fikiran tak sejalan, ya Rabb..
Hanya Engkau yang mengerti keinginanku.. mengerti Bagaimana hatiku..
Bantu aku, jika harus melupakannya pun aku mencoba ikhlas..